HEADLINE

Fanka. Diberdayakan oleh Blogger.
BERITA TERKINI

Hari Ini, Polda Metro Jaya Gelar Uji Coba Satu Arah Jalan Melawai

Written By Go Cyber on Selasa, 24 Oktober 2017 | 11.47



Cisanews - Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya dan Dinas Perhubungan DKI Jakarta menggelar uji coba pengaturan sistem satu arah di sepanjang Jalan Melawai, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, mulai tanggal 24 Oktober sampai 31 Oktober 2017.

"Jalan Melawai diberlakukan satu arah. Uji coba dimulai dari tanggal 24 sampai dengan 31 Oktober 2017," ujar Kepala Sub Direktorat Pembinaan dan Penegakan Hukum Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya, AKBP Budiyanto, Selasa (24/10).

Uji coba pengaturan sistem satu arah di sepanjang Jalan Melawai digelar dalam rangka mendukung dan menyukseskan pekan olahraga internasional Asian Games tahun 2018 mendatang. Sebab kawasan Melawai merupakan salah satu tujuan wisata kuliner dan pusat perbelanjaan bagi atlet, serta untuk meningkatkan kembali kinerja ruas Jalan Melawai sebagai kawasan tertib lalu lintas.

Menurut Budiyanto, rapat koordinasi sudah dilakukan Dinas Perhubungan dan stakeholder lain terkait pengaturan sistem satu arah. Hasilnya, kendaraan yang akan menuju Gandaria dari arah Jalan Iskandarsyah Raya bisa melalui Jalan Wijaya II-Jalan Wijaya 13-Jalan Barito II atau melalui Jalan Trunojoyo-Jalan Kyai Maja-Jalan Barito.

"Jalan Iskandarsyah Raya, Jalan Wijaya, Jalan Barito I, Jalan Barito II, Jalan Panglima Polim tetap berlaku dua arah," ungkapnya.

Selanjutnya, angkutan umum Metromini S69, S70, S71, S74, S611, dan Kopaja S608, S609, S613, yang melewati Jalan Melawai berputar melalu Jalan Trunojoyo-Jalan Kyai Maja.

"Metro Mini S72 dan S610 yang melawati Jalan Melawai berputar melalui Jalan Sultan Hasanudin-Jalan Panglima Polim Raya," katanya.

Pekan Depan, Polda Metro Jaya Siapkan 800 CCTV Uji Coba Tilang Elektonik



Cisanews - Polda Metro Jaya menyiapkan sebanyak 800 Closed Circuit Television (CCTV) untuk melakukan perekaman pelanggar sebagai bukti dalam penindakan tilang. Uji coba tilang berdasar rekaman CCTV akan dilakukan pada pekan depan, Selasa (24/10).

Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Halim Pagarra mengatakan CCTV tersebut akan merekam langsung pelaku pelanggaran lalu lintas dan hasil perekaman dijadikan barang bukti dalam penindakan.

"Penindakan ini dilakukan setelah mendapatkan restu dari Pengadilan Tinggi Jakarta, Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, dan Pengadilan Tinggi Jakarta Selatan dalam pertemuan beberapa waktu lalu," ujar Halim.

Menurut Halim, dengan adanya putusan  maka surat tilang akan dikirim ke rumah pemilik kendaraan yang melakukan pelanggaran. "Kalau memang tidak dibayar maka akan ditagihkan dalam perpanjangan surat kendaraan beserta denda tilang," jelasnya.

Untuk teknisnya, lanjut Halim, CCTV akan langsung merekam pelanggar mulai dari mereka yang menerobos lampu merah, melawan arus dan berhenti melewati garis lampu merah serta pelanggaran lainnya.

"Petugas akan memantau melalui CCTV. Jika terjadi pelanggaran, maka akan direkam melalui CCTV kendaraan tersebut. Kemudian, pelat nomor kendaraan difoto dan di-print untuk sebagai bukti tilang," katanya.

Surat tilang tersebut dikirim berdasarkan data yang tertera di STNK. Karena itu, pihaknya saat ini masih fokus untuk penindakan di wilayah DKI terlebih dahulu. "Kan nantinya banyak juga pelanggar yang dari luar DKI. Tapi sementara kami terapkan terlebih dahulu yang di DKI. Sambil berjalan untuk berintegrasi dengan wilayah lain," terangnya.

Halim berharap agar CCTV di seluruh Jakarta memiliki teknologi yang lebih baik. Seperti bisa melakukan pembesaran gambar maupun bergerak ke atas, bawah, kanan, dan kiri.

"Saat ini polisi baru memiliki 800 CCTV. Kami akan terus tambah dan berkoordinasi dengan Dishub DKI agar di seluruh titik wilayah DKI memiliki CCTV," paparnya.

Dengan 800 CCTV yang tersebar diseluruh wilayah DKI, diharapkan bisa maksimal dalam menangkap para pelaku pelanggaran. Selain itu pihaknya juga akan segera mengintegrasikan CCTV milik dishub sehingga akan mengcover seluruh Ibu Kota.

Demo Depan Istana Merdeka, Dua Mahasiswa Ditahan

Written By Go Cyber on Senin, 23 Oktober 2017 | 21.09

Cisanews - Polda Metro Jaya mengagendakan memeriksa dua orang diduga menjadi pemicu kericuhan demo di depan Istana Merdeka, yakni PL dan WWN. Keduanya telah ditetapkan sebagai tersangka saat demo tiga tahun pemerintahan Jokowi-JK.

"PL berperan sebagai penanggung jawab demo dan WWN pemandu aksi dalam tiga tahun Pemerintahan Jokowi-JK," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono di Polda Metro Jaya, Senin (23/10).

Meski demikian, melalui pengacaranya kedua mahasiswa tersebut  tidak hadir. Karena tak hadir,  kata Argo,  menjadwalkan ulang pemanggilan kedua tersangka.

Sebelumnya,  polisi  telah menahan dua mahasiswa , IM dan MAS yang diduga melakukan pengrusakan fasilitas umum saat pembubaran aksi. Sedangkan 12 pengunjuk rasa lainnya dipulangkan, karena  tidak terbukti terlibat kerusuhan dalam demonstrasi itu.

Dua orang yang ditahan, menurut dia, diduga melanggar Pasal 160 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) tentang penghasutan, serta Pasal 216 KUHP dan Pasal 218 KUHP tentang tidak menghormati dan mematuhi perintah dari petugas kepolisian.

Para mahasiswa berdemonstrasi untuk memprotes tiga tahun pemerintahan Jokowi-JK di depan Istana Kepresidenan pada Jumat (20/10) siang.

Polisi mengimbau mereka mematuhi ketentuan selama berunjuk rasa. Lantaran menilai para demonstran tidak mematuhi peraturan, polisi membubarkan paksa pengunjuk rasa, yang membuat beberapa pengunjuk rasa melakukan perlawanan dan pengrusakan fasilitas umum.

Polisi kemudian menangkap 14 demonstran yang diduga terlibat pengrusakan dan aksi melawan terhadap aparat.

Mahasiswa yang diamankan polisi ke Polda Metro Jaya terdiri atas M Yogi Ali Khaedar, Ardi Sutrisbi, Aditya Putra Gumesa, Gustriana, Taufik, Muhammad Wadik, Susilo, Muhammad Yahya Sifahudin, Rifki Abdul Jabar, Ramdani, M Golbi Darwis, Fauzan Arindra, Handriyan Prawitra dan Insan Munawar.

Argo menjelaskan, polisi telah melakukan  berbagai cara dan persuasif mengimbau pendemo menyampaikan aspirasi sesuai undang-undang yang berlaku. Petugas juga sudah  memberikan kesempatan kepada pengunjuk rasa berdemo sejak pukul 11.00 WIB hingga pukul 23.00 WIB. Sesuai aturan batas demo pada pukul 18.00 WIB.

Inkoppol Gandeng Grap Car Beroperasi di Bandara Soekarno-Hatta

Cisanews - Induk Koperasi Kepolisian Republik Indonesia (Inkoppol) menggandeng Grap Car  untuk menyediakan taksi online di Bandara Seokarno-Hatta, Cengkareng. 

Terobosan ini dimaksudkan  agar pengemudi taksi online tidak kucing-kucingan dengan petugas  bandara sekaligus melayani kebutuhan penumpang yang makin meningkat. 

"Mulai  hari ini, Senin, 23 Oktober 2017 Grab Car yang bernaung dibawah Inkopol beroperasi, dan untuk sementera disediakan 500  armada," kata Irjen (P) Mudji Waluyo, Kepala Divisi Transpotasi Inkoppol di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang. 

Keuntungan bergabung dengan Inkoppol, kata Mudji, taksi yang bergabung  mempunyai badan hukum yang merupakan prasyarat bagi transpotasi berbasis online," kata mantan Dirlantas Polri ini. 

Hal senada diungkapkan Sukesta Ganewati, menurut Commercial Executive Manager Bandara Soekarno-Hatta ini  pengemudi Grab Car  di bawah Inkoppol  bisa bekerja secara leluasa, tanpa harus kucing-kucingan lagi dengan petugas Aviation Security yang biasa menindak pengemudi taksi online.

"Sebelum ini, banyak sekali sopir taksi online kami tindak karena seharusnya yang beroperasi di bandara merupakan armada khusus. Dengan kerja sama ini, tidak perlu lagi seperti itu karena statusnya sudah resmi," kata Sukesta Ganewati. 

Dalam kerjasama,  pengemudi Grab yang bergabung telah memenuhi standar pemerintah, misalnya mobil  menjalani uji KIR, berstiker khusus, dan pengemudinya punya SIM A Umum.

Apabila ditemukan  armada taksi online yang tidak berstiker dan memenuhi syarat, kata Sukesta,   petugas Aviation Security akan tetap menindak dan memproses pengemudinya karena  ilegal.

"Stiker itu sebagai penanda bahwa armada tersebut adalah yang resmi beroperasi di Bandara Soekarno-Hatta," kata Sukesta.

Titik penjemputan resmi berada di terminal 1A, 1B, 1C dan 2F. Selanjutnya, kata Mudji, dalam waktu dekat akan dibuka titik penjemputan di terminal 2D, 2E, dan 3. Penumpang dapat langsung mendatangi titik penjemputan bertanda Grab-Inkoppol dan memesan perjalanan dengan GrabNow.

Sebelum berangkat, pengemudi Grab akan memberikan tiket kepada penumpang sebagai bukti perjalanan. Untuk biaya, penumpang akan dikenakan tarif sesuai dengan zona destinasi tujuan. Ini merupakan taksi online pertama yang bisa beroperasi di bandara.

Kejati Nyatakan Berkas Perkara Pretty Asmara Lengkap

Written By Go Cyber on Jumat, 20 Oktober 2017 | 16.07



Cisanews - Kejaksaan Tinggi (Kejati) DKI Jakarta menyatakan berkas perkara kasus narkoba dengan tersangka artis Pretty Asmara telah lengkap (P-21). Pretty diduga menjadi penghubung bandar narkoba ke kalangan artis Indonesia.

"Berkas telah dinyatakan P-21 oleh Kejati DKI," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Raden Prabowo Argo Yuwono, Jumat (20/10).

Kabid Humas menambahkan, dengan berkas dinyatakan lengkap maka Pretty akan segera disidang.

"Tersangka dan barang bukti telah kami limpahkan ke kejaksaan pada Senin (16/10) kemarin," kata Kabid Humas.

Pretty ditangkap polisi pada Selasa (18/7/2017) bersama bandar narkoba bernama Hamdani, di salah satu hotel di Jakarta. Penangkapan tersebut dilakukan setelah polisi mendapat informasi bahwa akan ada pesta narkoba di hotel tersebut.

Dari penangkapan terhadap keduanya, polisi melakukan pengembangan dengan menggeledah sebuah kamar di hotel itu dan menemukan 0,92 gram sabu.

Saat itu, polisi langsung bergerak ke tempat karaoke. Hasilnya polisi mendapatkan 1,12 gram sabu, 23 butir ekstasi, 38 butir happy five, dan mengamankan tujuh artis lainnya.

Pengusaha Batubara Melaporkan Oknum Polisi ke Propam Mabes Polri

Written By Go Cyber on Kamis, 19 Oktober 2017 | 15.38

Cisanews - Pengusaha Batubara Henry Daniel Setya didampingi kuasa hukum Darma Hutapea dan Iwan Mita, melaporkan Unit III Subdit II Fismondev Ditreskrimsus Polda Metro Jaya ke Propam Mabes Polri, Kamis (19/10).

Berawal dari laporan Daniel terkait hilanganya uang sebesar Rp 19 miliar lebih di Bank Bukopin. Atas hilang uang tersebut, korban melapor ke SPKT Polda Metro Jaya LP/5952/XII/2016/PMJ/Dit Reskrimsus, Tanggal 4 Desember 2016.

Lalu laporan ini ditangani oleh Fismondev Ditreskrimsus Polda Metro Jaya. Laporan ditangani penyidik Fismondev.

Proses berjalan oknum penyidik pemeriksa meminta sejumlah uang untuk proses penyelidikan dan penyidikan.

"Korban pertama kali memberi uang bergaining sebesar USD 50 ribu kepada oknum pada bulan Februari 2017 di Hotel Pullman, Jakarta Barat," ujar Daniel di Polda Metro Jaya, Kamis (19/10).

Permintaan kedua oleh oknum yang sama sebesar USD 50 ribu pada Bulan April 2017 diserahkan di Hotel Grand Hyatt, Jakarta Pusat.

Setelah permintaan kedua, okmun penyidik meminta korban memakai pengacara dari yang ditunjuk oknum tersebut.

"Pada permintaan ketiga, oknum dan pengacara yang ditunjuk mendatangi rumah ibu korban dan meminta uang USD 100 ribu pada Bulan Agustus 2017," ucap Daniel.

Oknum tersebut mengatakan kepada korban, sudah ada tersangka atas nama Sava Areil berdasarkan dua alat bukti.

Lalu pada Tanggal 29 Agustus 2017 oknum penyidik tersebut meminta korban biaya Cyber yang di handle Kanit dan mencari keberadaan tersangka. Oknum meminta uang melalui transfer ke rekening pengacara yang ditunjuk.

"Saya memberi uang sebesar Rp 5.000.000. Lalu Tanggal 2 Oktober 2017 penyidik mengirim pesan lewat WA sudah ada 5 tersangka atas gelar perkara 19 September 2017," kata Daniel.

Tanggal 3 Oktober 2017, oknum meminta biaya untuk Kanit untuk melakukan penangkapan dan penahanan sebesar USD 50 ribu.

Namun, kuasa hukum korban mengklarifikasi dengan pihak Kanit, ternyata belum ada tersangka.

Oleh karena hal itu, maka korban melapor ke Propam Mabes Polri Nomor:SPSP2/3416/X/2017/BAGYANDUAN, tanggal 19 Oktober 2017.

Selanjutnya, Dirkrimsus Kombes Adi Deriyan mengatakan korban sudah tepat mengadukan kasus ini kepada Propam untuk segera ditindak lanjuti.

Atas pemberian uang yang diminta oknum penyidik, korban memiliki cukup bukti.

Uang Asli Ditukar Uang Palsu, 1 Banding 3

Written By Go Cyber on Rabu, 18 Oktober 2017 | 19.52



Cisanews - Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri menangkap 6 tersangka sindikat pembuat dan pengedar uang palsu (upal) di lokasi yang berbeda. Tersangka yang diamankan berinisial M, S, RS, T, I dan AR.

Direktur Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus Bareskrim Polri, Brigjen Agung Setya mengatakan pengungkapan sindikat ini berawal dari informasi yang didapat anggota Subdit IV adanya pengedaran uang palsu di daerah Majalengka, Jawa Barat.

“Saat menjalankan aksinya para pelaku memiliki peran yang berbeda-beda, M dan S sebagai pengedar, RS sebagai perantara, T dan I pembuat uang palsu, serta AR seorang pemodal,” ujar Agung di Bareskrim Polri, Jakarta Pusat, Rabu (18/10).

AR sebagai pemodal memberikan uang Rp120 juta kepada I untuk modal awal. Dua tersangka M dan S adalah residivis atas kasus pengedaran uang palsu.

 “Dari tersangka M disita barang bukti 117 lembar uang palsu dan tersangka S sebanyak 193 lembar uang palsu pecahan seratus ribu,” kata Agung.

Saat transaksi upal, I menjual kepada S dengan perbandingan 1:3  yakni 1 lembar uang pecahan Rp100.000 asli, ditukar 3 lembar uang pecahan Rp100.000 palsu.

Selanjutnya, saat polisi menggerebek rumah I di Jalan Jaya Wijaya, Majah, Bangkalan, Jawa Timur, namun hanya mendapatkan istrinya yakni RS dan barang bukti tiga lembar upal. 
 
“RS tiga kali membantu suaminya bertransaksi upal kepada M di dalam mobil yang ditukar dengan uang asli. RS menerima bagian hasil transaksi dari suaminya dua kali masing-masing Rp 1 juta,” tutur Agung.

Sementara itu, menurut Direktur kepala grup penyelenggara pengelolaan uang BI, Luctor E Tapiheru jaringan ini telah mengedarkan dibeberapa provinsi di Indonesia yakni Bali, Kalimantan Barat, Jawa Barat, Banten, DKI, dan Jawa Tengah. Hal itu dilihat dari nomor seri yang ditemukan dari beberapa uang palsu yang disita.

Penyidik juga melakukan penyitaan dua unit mobil dan empat motor sebagai sarana kejahatan yang dilakukan oleh para tersangka. Para pelaku ditahan oleh penyidik Bareskrim dengan dikenakan pasal 36 ayat 1,2,3 dan pasal 37 UU No.7 tahun 2011 tentang Mata Uang dan Pasal 3 atau pasal 5 UU No.8 tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan TPPU dengan ancaman hukuman seumur hidup.

Kapolda: Berprestasi Dapat Penghargaan, Desersi dan Melakukan Tindak Pidana Pecat

Cisanews - Polda Metro Jaya mengelar upacara pemberian penghargaan kepada 8 polisi yang berprestasi dan sekaligus melaksanakan pemberhentian dengan tidak hormat terhadap 2 polisi di lapangan Ditlantas Polda Metro Jaya, Rabu (18/10).

Kapolda Metro Jaya, Irjen Idham Azis menyampaikan ada 8 polisi yang berprestasi mendapat penghargaan dan 2 anggota polisi diberhentikan secara tidak hormat.

"Ada 6 anggota polisi berprestasi berhasil melaksanakan tugas sebagai operator SIMAK BMN dalam melaksanakan rekonsiliasi data aset dalam mempertahankan opini wajar tanpa pengecualian (WTP) dari BPK," ujar Idham Azis di Polda Metro Jaya, Rabu (18/10).

Menurut Idham Azis, ada 2 anggota polisi lagi yang mendapat prestasi, karena sigap dan menyelamatkan ibu hamil dan melahirkan dalam mobil dinas patroli.

Selanjutnya, ada 2 anggota polisi yang dipecat karena desersi dan tindak pidana.

"Pemecatan terhadap Briptu Heri Ismail Polsek Kepulauan Seribu Utara, Polres Kepulauan Seribu, kasus desersi sesuai aturan dalam pasal 14 ayat (1) hurup (A) PPRI No.1 tahun 2001 tentang Pemberhentian Anggota Polri," katanya.

Kemudian, Bripka Didik Pramono anggota Renmin Ditresnarkoba Polda Metro Jaya dipecat berdasarkan surat Keputusan Kapolda Metro Jaya Nomor:980/IX/2017 Tanggal 30 September 2017, karena melakukan tindak pidana pembunuhan berencana sebagaimana diatur dalam Pasal 12 ayat (1) huruf (A) PPRI No.1 tahun 2003 tentang PTDH.

Daftar nama 6 anggota Polisi yang berprestasi penilaian WTP dari BPK:

1. Ipda Yohanes Inu Hardi P.
Nrp. 80111100 Pamin 3 Subbag Renmin Bidkeu PMJ
2. Bripda Mohamad Mu'arif
Nrp. 94100866 Bamin Ur APK Subbid BIA dan APK Bidkeu PMJ.
3. Brigadir Saiful Rahmat
Nrp.81020869, Bamin 2 Subbag Renmin Biro Sarpras PMJ
4. Brigadir Beni Efriansyah
Nrp.88060986 Bamin 6 Subbag Renmin Biro Sarpras PMJ
5. Brigadir Edi Setyawan
Nrp.85091445 Bamin 1 Bag Info Biro Sarpras PMJ
6. Brigadir Asep Saefudin Juhri
Nrp.81090804 PS Pamin Data Urku Subbag Renmin Biro Sarpras PMJ

Daftar nama 2 anggota polisi yang membantu dan menyelamatkan ibu hamil dan melahirkan:

1. Kompol Jubaedi
Nrp. 63020271 Kasubbag Bin Ops Polres Jakarta Utara
2. Iptu Suparno
Nrp. 66010100 KBO Sat Binmas Polres Jakarta Utara.

MCI Buktikan Eksis, Buka Kantor Baru di Neo Soho

Written By Go Cyber on Selasa, 17 Oktober 2017 | 18.11



Cisanews - Millionaire Club Indonesia atau lebih singkat dikenal MCI adalah sebuah Perusahaan Multi Level Marketing (MLM) asli dari Indonesia.

Dalam tata kelola manajemen CEO Wilson Mandalaputra dan Komisaris Hendra Thiemailattu, perusahaan ini terus berpacu. Pada tanggal 16 Oktober 2017 , MCI telah meresmikan kantor barunya di  Neo Soho Central Park, lantai 41 dan 42.

"Iya, kemarin sudah resmi beroperasi kantor baru kami, banyaknya karangan bunga ucapan selamat atas pembukaan kantor baru kami merupakan motivasi tersendiri bagi kami MCI untuk berbuat lebih baik lagi," ujar Wilson kepada wartawan di Jakarta, Selasa (17/10)

Sambutan meriah  dari para member MCI, baik dari Jakarta maupun dari luar kota Jakarta masih terus berdatangan. Bahkan sambutan terhadap kantor baru ini datang dari perbankan di Indonesia, travel agent maupun perusahaan penerbangan Cathay dan Singapore Airlines.

"Intinya ditengah lesunya perekonomian Indonesia, kami MCI masih bisa terus eksis," tegas Wilson optimis.
 
Support : Creating Website | Go Cybers | @Fanka_21
Copyright © 2015. (Cisanews) - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by GO Cybers Publishing
Proudly powered by Go Cybers