HEADLINE

Fanka. Diberdayakan oleh Blogger.
BERITA TERKINI

Polda Metro Jaya akan Panggil Habib Rizieq

Written By Go Cyber on Selasa, 17 Januari 2017 | 21.02



Cisanews – Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Mohammad Iriawan akan memanggil Habib Rizieq terkait ujaran penyebaran kebencian dan penghinaan lambang negara terkait ucapan palu arit pada pecahan uang baru rupiah yang dikonotasikan logo PKI di jejaring sosial beberapa waktu lalu.

"Berkaitan dengan uang yang disampaikan Saudara Rizieq itu ada palu aritnya, kami akan panggil yang bersangkutan Senin untuk dimintai keterangan," ujar Kapolda Metro Jaya di RS Polri, Kramat Jati, Jakarta, Selasa (17/1).

Pemanggilan pemeriksaan ini adalah bagian dari proses penyidikan pasca-penyelidikan atas laporan dari tiga pihak atas dugaan pidana yang dilakukan oleh Habib Rizieq. Ketiga pelapor yakni Kementerian Keuangan, pengamat ekonomi dan LSM.

Selanjutnya, Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya, meminta keterangan saksi ahli dari Bank Indonesia (BI), terkait laporan kasus lambang  paru arit di mata uang rupiah dengan terlapor Habib Rizieq Syihab.

"Hari ini, Krimsus Polda Metro meminta keterangan ahli dari BI terkait dengan laporan tentang adanya dugaan lambang palu arit di mata uang Indonesia," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Raden Prabowo Argo Yuwono.

Dikatakannya, saksi ahli yang diperiksa penyidik adalah Direktur Percetakan BI Desimus, didampingi enam orang stafnya."Kita tanyai berkaitan dengan rectoverso yaitu pengaman uang Indonesia. Kita mintai keterangan apakah benar dugaan itu (ada lambang palu arit)," ungkapnya.

Ia menyampaikan, penyidik juga sudah memeriksa pelapor dari Solidaritas Merah Putih, dan rencananya akan memeriksa saksi lainnya."Pelapor sudah, dan kita akan memeriksa saksi lain. Kita tunggu hasil penyelidikan nanti," paparnya.

Sementara itu, Direktur Reserse Kriminal Khusus Kombes Pol Wahyu Hadiningrat mengatakan, pemeriksaan saksi ahli untuk memperjelas apakah logo itu merupakan palu arit atau bukan.

"Ini terkait ujaran yang di mata uang, di mana logonya itu disebut (Rizieq) bahwa itu adalah gambar palu arit. BI akan menjelaskan apakah logo itu merupakan gambar palu arit atau bukan kepada penyidik. Sehingga itu menjadi dasar kesaksian ahli," jelasnya.

Ia mengungkapkan, selain saksi ahli dari BI, penyidik juga meminta keterangan saksi ahli pidana dan ITE.

Identitas Wanita Korban Pembunuhan di Hotel Flamboyan Terungkap



Cisanews - Reserse Kriminal Polres Metro Tangerang Kota dan Polsek Neglasari mengungkap identitas wanita yang ditemukan tewas di Hotel Flamboyan, Kota Tangerang, kemarin.Wanita tersebut diketahui bernama Casriah, 35 tahun, warga Kampung Kayu Gede RT 01/22, Pakujaya, Serpong Utara, Kota Tangerang Selatan.

"Identitas korban sudah kami ketahui dan akan kami lanjutkan penelusuran kepada pihak keluarga," kata Kapolres Metro Tangerang Kota, Kombes Pol Harry Kurniawan, Selasa (17/1).

Menurut Kapolres, pihak keluarga tidak mengetahui kabar korban sejak lama. "Ternyata pihak keluarga sudah membuangnya, setelah mengetahui berhubungan dengan seorang laki-laki," paparnya.

Saat ini pihaknya tengah mencari pria yang datang bersama korban ke hotel. Casriah sendiri diketahui bekerja sebagai seorang pembantu rumah tangga.

Mayat Casriah pertama kali ditemukan oleh petugas kebersihan hotel, dengan posisi terlentang dan mulut berdarah. Terdapat luka lebam pada wajah serta jeratan di leher.

Residivis Kasus Narkoba Tewas Ditembak



Cisanews - Reserse Narkoba Polda Metro Jaya menembak mati Bryan alias DJ DAN, residivis kasus narkoba yang baru empat bulan keluar dari Lembaga Pemasyarakatan Cipinang Jakarta. Lelaki berusia 29 tahun yang tinggal di Jalan Baru Bhakti Jaya LUK RT 04/007 Blok 14 IC Gang VIII No.9 Sawah Besar Jakarta Barat, terpaksa ditembak lantaran melakukan perlawanan saat ditangkap.

"Penembakan terjadi saat dilakukan pengembangan kasus di daerah Karawang Jawa Barat, Senin (16/1). Petugas mengambil tindakan tegas karena pelaku melakukan perlawanan," tegas Kapolda Metro Jaya Irjen Pol. Muhammad Irawan didampingi Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Nico Afinta di Jakarta, Selasa (17/1).

Dijelaskan, awalnya petugas menerima informasi adanya transaksi transaksi narkoba di wilayah Hayam Wuruk dan Cengkareng, Jakarta Barat. Polisi melakukan penyamaran sebagai pembeli, sehingga menangkap tersangka Sia Ferry Tjahjadi alias Profesor (60)  warga Jalan A Gang VIII No.9 Karang Anyar Jakarta Barat, berupa ekstasi dan sabu seberat 800 gram.

Pengangkuan Ferry barang terlarang itu didapat dari Bryan. Polisi pun mendatangi rumah  di Jalan Baru Bhakti Jaya LUK RT 04/007 Blok 14 IC gang VIII No.9 Sawah Besar Jakarta Barat, polisi  menangkap dan menemukan sabu 8 Kg serta ekstasi di rumahnya. Polisi juga menemukan sepucuk senjata api jenis revelvor.

Selanjutnya, polisi mengembangkan jaringan narkoba tersebut ke Karawang, namun Bryan melakukan perlawanan sehingga diberikan tindakan tegas. "Tersangka meninggal dunia saat diberikan pertolongan di RS Polri Kramatjati," ujarnya.

Kapolda memaparkan Bryan pernah divonis tiga kali bersalah dalam kasus narkoba. Kasus terakhir terkait kepemilikan sabu-sabu seberat 12 kilogram di Lembaga Pemasyarakatan Salemba Jakarta Pusat.

Selain menangkap kelompok Bryan, polisi juga menangkap dua orang pengedar pil epiderin atau dikenal dengan sebutan happyfive. Dua orang diringkus Tjoe Alvin Thamrin (30) warga jalan Angke Jaya XII gang 4 No. 12 Tambora Jakarta Barat, juga menangkap sang kurir Agung Setia Wibowo alias Suwe (29) yang sehari-hari sebagai tukang ojek. Warga Kincir Raya RT 03/06 Cengkareng Jakarta Barat.  "Selain meringkus dua tersangka, kami mengamankan 21.900 butir pil epiderin (happyfive), " paparnya,

Dalam dua kasus ini, polisi mengamankan 8,8 Kg sabu, 21.900 butir H5, sepucuk senjata gas, sepucuk senjata api jenis revolver, tujuh butir peluru yang digunakan untuk mengancam petugas atau orang lain.

"Dengan pengungkapan kasus yang menyita narkoba sebanyak itu, bila dikonversi dengan rupiah nilainya mencapai Rp 18 milyar dan menyelamatkan sebanyak 68.000 jiwa generasi muda dari bahaya narkoba," jelas Kapolda.

Tersangka dijerat pasal114 ayat (2) subsider pasal 112 (2) juncto pasal 132 ayat (1) UU RI No.35 tentang Narkotika.

JPU Hadirkan Enam Saksi Sidang Lanjutan Ahok



Cisanews - Sidang lanjutan kasus penodaan agama dengan terdakwa Gubernur DKI nonaktif Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, Jaksa Penuntut Umum (JPU) berencana menghadirkan enam saksi pelapor di Auditorium Kementerian Pertanian di jalan MR Haryono, Ragunan, Jakarta, Selasa (17/1).

Sidang keenam terdakwa Ahok sendiri direncanakan dimulai pukul 09.00 WIB.

Enam saksi pelapor itu adalah Willyudin Abdul Rasyid Dhani, Ibnu Baskoro, Muhammad Asroi Saputra, Iman Sudirman, dan dua anggota Polresta Bogor Bripka Agung Hermawan dan Briptu Ahmad Hamdani.

Pemanggilan dua anggota kepolisian itu merupakan keputusan Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Utara setelah adanya ketidaksesuaian data antara laporan dengan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) atas nama saksi Willyudin.

Dalam BAP tersebut tercantum bahwa laporan saksi Willyudin soal kasus Ahok terjadi pada 6 September 2016 dengan "locus delictie" (tempat kejadian) di Tegallega, Bogor, sehingga dipertanyakan oleh tim kuasa hukum terdakwa.

Willyuddin dalam sidang sebelumnya sempat menyatakan bahwa kemungkinan terjadi salah ketik oleh anggota Polresta Bogor tersebut.

Willyudin sendiri akan meneruskan kesaksiannya karena pada sidang sebelumnya (Selasa, 10/1) sempat tertunda akibat waktu yang sudah larut malam.

Saksi-saksi pelapor yang telah dihadirkan dalam persidangan Ahok antara lain Novel Chaidir Hasan, Gus Joy Setiawan, Muchsin alias Habib Muchsin Alatas, Syamsu Hilal, Pedri Kasman, Irena Handono, dan Muhammad Burhanuddin.

Ahok dikenakan dakwaan alternatif yakni Pasal 156a dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara dan Pasal 156 KUHP dengan ancaman hukuman 4 tahun penjara.

Hina Kapolda, Habib Rizieq Syihab Dilaporkan ke Polisi



Cisanews - Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Syihab, kembali dilaporkan ke polisi. Rizieq kembali dilaporkan lantaran diduga menyebarkan kebencian kepada suku, agama, ras dan antargolongan (SARA) saat berceramah, yang videonya tersebar di dunia maya.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Raden Prabowo Argo Yuwono, membenarkan adanya laporan tersebut.

"Ya benar. Laporan terkait menyebarkan kebencian dan SARA, ditangani Ditreskrimsus," kata Argo, Selasa (17/1).

Berdasarkan laporan polisi dengan nomor LP/193/I/2017/PMJ/Dit.Reskrimsus, tanggal 12 Januari 2017, yang dibuat pelapor Eddy Soetono tertulis Rizieq menyebutkan, "Di Jakarta Kapolda mengancam akan mendorong Gubernur Bank Indonesia untuk melaporkan Habib Rizieq. Pangkat jenderal otak hansip. Sejak kapan jenderal bela palu arit. Jangan-jangan ini jenderal nggak lulus."

Pernyataan itu disampaikan Rizieq pada saat melakukan ceramah yang rekaman videonya tersebar dengan luas di jejaring sosial YouTube.

"Pelapor merupakan anggota dari Mitra Kamtibmas yang merupakan bagian Linmas (dulunya bernama Hansip), merasa bahwa Rizieq Syihab telah menyebarkan berita yang berisi kebencian terkait salah satu golongan masyarakat (SARA)," ungkapnya. Rizieq dilaporkan terkait Pasal 28 Ayat (2) juncto Pasal 45 Ayat (2) UU Nomor 19 Tahun 2016, tentang perubahan atas UU Nomor 11 Tahun 2008, tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).
 
Support : Creating Website | Go Cybers | @Fanka_21
Copyright © 2015. (Cisanews) - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by GO Cybers Publishing
Proudly powered by Go Cybers