HEADLINE

Fanka. Diberdayakan oleh Blogger.
BERITA TERKINI

Dukun Kirim Lebah Cari Motor yang Hilang

Written By Go Cyber on Senin, 05 Desember 2016 | 10.52



Cisanews - Benua Afrika dikenal dengan ilmu sihir yang paling terkenal seperti voodoo  terhebat di dunia. Di beberapa negara di Afrika bahkan menjadikan sihir sebagai bagian dari kehidupan. Untuk menyelesaikan masalah, tak jarang orang-orang di sana mengandalkan seorang dukun. Seperti kasus pencurian yang dilaporkan buzznigeria.

Segerombolan lebah menempel di sebuah sepeda motor di area Kikima, Mbooni Sub County, Kenya. Gerombolan lebah itu dipercaya sebagai utusan dukun untuk mencari sepeda motor yang hilang.

"Seorang pemuda yang kehilangan motornya telah datang ke dukun dan meminta bantuan," tulis media itu.

Saksi mata mengatakan, ribuan lebah itu menyerbu Pasar Kikima pada Senin sore dan terbagi menjadi dua kelompok. Satu kelompok merubuti sepeda motor dan sekelompok yang lain mengejar seorang pria yang diduga pencuri.

"Lebah tampak mengerubuti bagian depan motor meliputi, stang, dashboard dan tangki bensin," ujarnya.

Sekitar satu jam setelah seorang laki-laki datang dan mengaku pemilik motor itu tiba, lebah-lebah itu menyingkir. Si pemilik mengaku kehilangan motornya sejak tiga hari yang lalu.

Akan tetapi insiden itu dibantah oleh Asisten Kepala Polisi, Patrick Mwanzia. Menurutnya hal itu murni terjadi karena faktor alam dan kebetulan bukan karena sihir. Terkait kasus pencurian, pihaknya memang mendapatkan laporan kehilangan motor.

Sementara warga sekitar memercayai lebah-lebah itu dikirim seorang dukun untuk menangkap pelaku pencurian.

Polsek Kebon Jeruk Patroli Mobile Antisipasi Guankamtibmas

Written By Go Cyber on Minggu, 04 Desember 2016 | 18.19

Cisanews - Polsek Kebon Jeruk melaksanakan patroli mobile menindak lanjuti atensi Kapolres Metro Jakarta Barat melaksanakan patroli mobile antisipasi Guankamtibmas, Sabtu dan Minggu (3-4 Desember 2016).

Wapolsek Kebon Jeruk, AKP R Sigit Kumono didampingi Pawas Iptu M. Trisno menyampaikan patroli mobile dilakukan di wilayah hukum Kebon Jeruk.

Giat untuk meminimkan pelaku gangguan kamtibmas, menindak lanjuti atensi Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Pol Roycke Hary Langie dan Kapolsek Kebon Jeruk Kompol Lambe Patabang Birana.

"Patroli meliputi jalan Panjang Kebon Jeruk, jalan Batusari, jalan Arjuna Utara dan Selatan, jalan Pasar Kemis, jalan Raya Pesing Koneng dan jalan Raya Pengumben, serta jalan Pengampuan (Perbatasan Kebon Jeruk dengan Kembangan)," kata AKP R Sigit Kumono, Minggu (4/12).

Personil yang diterjunkan ke lapangan selama patroli mobile bersama Citra Bhayangkara sebanyak 23 pers.

"Tujuan atroli mobile untuk mempersempit pelaku kejahatan curat dan curas curanmor, Indomart, Alfamad, SPBU, ATM yang buka 24 Jam, serta tawuran dan balap liar," ujarnya.

Patroli mobile mengamankan enam kenderaan roda 2 balap liar, satu kerangka roda 2 balap liar, tiga orang pencuri kaos dan melakukan pengeledahan 11 orang yang nongkrong dengan motor tanpa surat-surat.

Selama giat patroli mobile situasi berjalan aman dan kondusif.

Kasus Aliran Dana Wawan, KPK Sinyalkan Ada Cagub Banten Calon Tersangka

Written By Go Cyber on Sabtu, 03 Desember 2016 | 13.39

Cisanews - Baru-baru ini Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah meminta keterangan calon gubernur pertahana Provinsi Banten Rano Karno terkait kasus TPPU Tubagus Chaeri Wardhana (Wawan). KPK tak menampik bakal ada tersangka baru jika bukti telah cukup.

Permintaan keterangan kepada Rano Karno dibenarkan Saut Situmorang, Wakil Ketua KPK saat dikonfirmasi media akhir November lalu. Saut mengatakan ada beberapa hal yang perlu dimintai penjelasan dari yang bersangkutan. Namun Saut enggan menjelaskan lebih jauh soal pemanggilan dan pemeriksaan tersebut. Ia hanya menyebutkan, KPK masih mendalami perkaranya.

"Masih kita dalami lagi," kata Saut.

Pelaksana Harian Kepala Biro Hubungan Masyarakat KPK, Yuyuk Andriati mengatakan pihaknya sedang berupaya merampungkan kasus-kasus terkait yang telah dan belum ditangani, seperti kasus pencucian uang Wawan. 

Yuyuk mengakui penanganan terhadap TPPU Wawan belum rampung meski sudah ditangani sekitar 2,5 tahun. TPPU Wawan masih diperlukan pemeriksaan saksi-saksi dan banyak asset dugaan TPPU Wawan yang belum disita. Yuyuk tak menyangkal kasus pengembangan TPPU Wawan akan menjerat pihak lain. 

"Saya rasa semua ritmenya tergantung dari penyidik atau penyelidik. Berdasarkan temuan bukti-bukti yang didapat oleh penyidik, itu baru bisa kita umumkan apakah sudah menjadi tersangka atau belum,” paparnya.

Sementara itu, Direktur Centre for Budgeting Analysis (CBA) Uchok Sky Khadafi meminta KPK segera usut tuntas kasus korupsi di Banten khususnya TPPU Wawan, jika telah mencium aroma korupsinya. Memang kasus yang akan dikembangkan adalah kasus lama yang berkaitan dengan kasus Atut dan Wawan.

"KPK itu, bukan lampu merah yang seenak saja, bisa menyetop orang orang yang sudah korupsi untuk segera diperiksa. KPK harus segera ditindaklanjuti," ujar Uchok.

Ketua KPK sebelumnya mengatakan, baru menindaklanjuti usai Pilgub Banten sangat disayangkan. Harusnya segera ditangani tanpa menunggu Pilgub. Jika itu faktanya artinya ada dari kandidat yang masuk radar KPK.


Alasan Subjektif 11 ‘Penumpang Gelap’ 3 Ditahan



Cisanews – Mabes Polri menyatakan ada 11 orang yang ditangkap jelang aksi super damai zikir dan tausiah 2/12 kemarin. Dari 11 orang yang dikategorikan sebagai "penumpang gelap" itu hanya tiga orang yang ditahan sementara delapan orang tidak dikenakan penahanan.

Daftar 11 nama yang ditangkap, yaitu: Ahmad Dhani, Rachmawati Soekarnoputri, Ratna Sarumpaet, Kivlan Zein, Adityawarman Thahar, Firza Huzein, Eko Suryo Santjojo, Alvin Indra, Sri Bintang Pamungkas, Jamran dan Rizal.

"Tujuh orang yang dikenakan Pasal 107 junto 110 KUHP dan 87 KUHP yaitu Bapak (Mayjen Pur) Kivlan Zen, Bapak (Brigjen Pur) Adityawarman, Ibu Ratna Sarumpaet, Ibu Firza Husein, Bapak Eko, Bapak Alvinindra Al Fariz yang ditangkap di Tanah Sereal, dan Ibu Rachmawati Soekarnoputri," kata Kadiv Humas Irjen Pol Boy Rafli Amar di Mabes Polri, Jakarta, Sabtu (3/12).

Penyidik atas dasar subjektivitasnya, Boy menambahkan, tidak melakukan penahanan pada mereka. Ketujuh orang ini telah dikembalkan ke keluarga alias tidak dilakukan penahanan setelah menjalani periksaan 1x24 jam. Meski tidak dikenakan penahanan tapi proses penyidikan tetap dijalankan.

"Dimungkinkan dalam kasus ini bisa ada tersangka tambahan, tapi belum bisa saya pastikan. (Soal tidak ditahan) juga ada penilaian kemanusiaan karena menahan itu tidak harus. Yang penting penyidik tidak merasa dipersulit. Hubungan detail antar mereka akan dibuka di pengadilan karena itu soal konten, kualitas alat bukti, dan digital forensik. (Siapa pimpinanya) nanti akan terungkap,” lanjutnya.

Bukti yang dimiliki Polri adalah tulisan tangan dan hasil monitoring percakapan elekteronik di antara mereka yang sudah dipantau 20 hari terakhir ini. Intinya mereka akan mengajak dan memanfaatkan massa yang hadir pada aksi 2/12 untuk menduduki DPR/MPR dan lalu merencanakan pemaksaan untuk melakukan Sidang Istimewa.

"Ujungnya mereka menuntut untuk melakukan pergantian pemerintahan dan seterusnya. Ini tataran inskontitusional yang harus dicegah. Ini makar, permufakatan jahat sebelum (itu benar) terjadi maka mereka ditangkap. Inilah yang dimainkan oleh penyidik. Saksi sudah diperiksa dan alat bukti juga sudah dipegang oleh penyidik," terangnya.

Untuk tersangka kedelapan, masih kata Boy, adalah Sri Bintang Pamungkas. Khusus untuk aktivis ini dikenakan penahanan. Dia dijerat karena berkaitan dengan konten dalam media sosial terutama di Youtube pada November 2016 yang berisi ajakan dan penghasutan kepada masyarakat luas.

"Bukti rekaman juga sudah ada dan diamankan penyidik. Kita juga memeriksa saksi ahli IT, ahli bahasa, dan ahli pidana. Kasusnya dijerat pasal yang sama namun dipisahkan dengan tersangka yang lain," jelasnya.

Untuk tersangka kesembilan adalah musisi Ahmad Dhani yang dijerat Pasal 207 KUHP. Ini adalah pasal terkait penghinaan kepada penguasa dan untuk itu penyidik telah memeriksa saksi-saksi dari masyarakat. Dhani juga tidak dilakukakan penahanan.

"Terakhir ada dua kakak beradik, Jamran dan Rizal, yang ditahan dan disangka berkaitan dengan hate speech, kebencian, dan menyebarkaluaskan informasi yang berkaitan dengan isu SARA sesuai Pasal 28 ayat 2 junto Pasal 45 ayat 2 UU 11/98 tentang ITE,” sambungnya.

Mereka juga dijerat Pasal 107 dan atau Pasal 110 KUHP. Ada beberapa barang bukti disita dari mereka termasuk alat-alat komunikasi yang digunakan oleh yang bersangkutan yang diketahui aktif melakukan posting informasi yang bernuansa kebencian pascaaksi 4/11 lalu.

Postingan mereka itu dianggap sangat berbahaya dan bisa menimbulkan semacam kemarahan dan ansitpati massa kepada pihak tertentu dan terhadap pemerintah Indonesia. Tindakan Jamran dan Rizal ditahan di Polda Metro bersama Sri Bintang, dianggap tidak mendidik bagi masyarakat.

Aiptu Tutut Jago Nyamar, Tangkap Calo di Satpas SIM



Cisanews – Aiptu Tutut asal Purworejo, Jawa Tengah, salah satu anggota Timsus Satpas Polda Metro Jaya jago dalam hal menyamar sebagai pedagang gorengan ataupun penyapu jalanan.

Dalam penyamaran Aiptu Tutut bisa mengungkap peristiwa kasus percaloan maupun pungli di lingkungan pelayanan SIM di Jalan Daan Mogot, Jakarta Barat.

“Saya mendapat perintah dari atasan untuk mengungkap kasus percaloan SIM di Daan Mogot yang marak dikeluhkan oleh masyarakat,” ujar Aiptu Tutut.

Atas keberhasilan mengungkap praktik percaloan dan juga penipuan di lingkungan Satpas SIM Daan Mogot, Aiptu Tutut mendapat penghargaan dari pimpinannya melalui Dirlantas PMJ dan Kasie SIM.

Kasie SIM Satpas Polda Metro Jaya, Kompol Doni mengapresiasi kepada anggota yang telah berprestasi.

"Apa yang dilakukan Aiptu Tutut merupakan bentuk komitmen untuk memperbaiki pelayanan SIM yang bebas dari praktek percaloan," kata Kompol Doni di Jakarta, Sabtu (3/12).

Awalnya, Aiptu Tutut agak bimbang bagaimana caranya ia bisa mengungkap kasus tersebut. Dalam laporan yang masuk ke kepolisian, praktik percaloan untuk pembuatan SIM calo meminta imbalan Rp 700 ribu hingga Rp 1 juta.

Namun sebagai seorang abdi negara yang telah banyak dibekali ilmu dalam jenjang kependidikannya di kepolisian. Aiptu Tutut mulai melakukan pekerjaan dengan melakukan penyamaran sebagai tukang gorengan. Dengan menggunakan gerobak dorong Aiptu Tutut mulai menjajakan dagangannya di sekitar Satpas SIM Daan Mogot.

“Banyak temen-temen sesama anggota polisi tidak ada yang mengenali saya,” ujar Aiptu Tutut yang ramah ini.

Dari penyamaran ini, Aiptu Tutut tahu siapa-siapa yang melakukan praktik percaloan. Kemudian Aiptu Tutut menginformasikan kepada tim Satpas calo-calo yang berkeliaran dan langsung ditangkap. Selain menyamar sebagai tukang gorengan, Aiptu Tutut juga menyamar jadi penyapu jalanan.

“Terkadang saya juga jadi penyapu jalanan. Banyak informasi yang saya dapat,” terang Aiptu Tutut.

Bintara jebolan Lido 14, yang dikenal supel dan dekat dengan para wartawan maupun sesama anggota. Aiptu Tutut juga menghimbau agar masyarakat ‎yang lagi membuat SIM maupun perpanjangan untuk tidak mendekati orang yang tidak dikenal. Lebih baik bertanya langsung kepada petugas Satpas SIM.

UBJ Buka Sekolah Kamnas Angkatan II

Written By Go Cyber on Jumat, 02 Desember 2016 | 19.12



Cisanews - Pusat Kajian Keamanan Nasional (Puskamnas) Universitas Bhayangkara Jakarta Raya (UBJ) kembali membuka Sekolah Keamanan Nasional (Kamnas) untuk angkatan kedua tahun 2016/2017.

Rektor Irjen (Purn) Drs H Bambang Karsono,SH,MM, dalam sambutannya menyatakan, dirinya tidak menyangka akan menjadi Rektor di UBJ ini.

Begitu juga, kata Bambang lagi, ketika dirinya meminta Prof Kikie untuk memberi orasi ilmiah di kampus UBJ tersebut.

Ketika itu, sambungnya, coloteh mas kikie sapaan akrab Prof (Ris) Hermawan Sulistiyo kepadanya, "tak menyangka kalau ada orang yang mau memberinya tempat di kampus, biasanya berorasi di jalanan”.

Selanjutnya, Bambang pun menghadap pimpinan yang punya otoritas di kampus Ubhara, bahwa kampus ingin membuka Pusat Kajian Keamanan Nasional ( Puskamnas ).

Mendapat jawaban bahwa Puskamnas siapa yang memimpin / Kepala Puskamnas dengan amanat membangun SDM yang menguasai bidang keamanan. Bambang langsung menjawab, adalah Prof Kikie orangnya. Gayung pun bersambut dan langsung disetujui.

"Saya pun kembali mendatangi Prof Kikie. Karena ada kesamaan tujuan. Bahwa Kamnas tidak berkiblat ke mana-mana, selain satu tujuan membela negara, maka bersedialah Prof Kikie," kata Bambang.

Terciptalah Sekolah Kamnas dan saat ini sudah Angkatan ke-2 dengan jumlah siswa sebanyak 31 orang. Jumlah ini sangat di luar perkiraan, karena masih banyak yang ingin daftar ditolak. "Sesuau kuota awal siswa 21 orang paling banyak. Tapi sekarang menjadi 31 orang. Pembengkakan ini terpaksa. Harus dilakukan. Itu pun banyak yang tidak tertampung mengingat pengajaran yang ideal," ujar Bambang.

Sementar, Puskamnas dalam perjalanannya juga berkontribusi menerbitkan " jurnal " keamanan nasional dan bahkan wadah untuk para lulusan sudah disediakan. Namanya Rumah Kamnas.

Ditambahkan Bambang, bahwa UU ataupun Rumusan Strategi yang terkait dengan Keamanan Nasional untuk mendapatkan kajian akademik dan berstandart akademik perlu dibawa ke Kampus, karena kampus punya kebebasan akademik.

Maksum Zubeir ketua umum rumah kamnas menyambut baik ajakan Rektor Universitas Bhayangkara Jaya dan sesuai dengan Renstra Rumah Kamnas akan segera menindaklanjuti dengan kajian-kajian dan diskusi-diskusi rutin terkait issu keamanan yg ideal di Indonesia.

Maksum menambahkan, Rumah Kamnas sebagai wadah perkumpulan alumni sekolah kamnas merasa optimis melaksanakan amanat Kepala Puskamnas Ubhara Jaya bahwa alumni sekolah kamnas harus berkontribusi langsung untuk masyarakat, bangsa dan negara, karena akan mendapat amunisi SDM dari alumni sekolah kamnas angkatan II (dua) ini.

Rumah Kamnas akan segera mempersiapkan diri baik secara kelembagaan maupun SDM untuk bisa berkontribusi di tingkat Provinsi dengan agenda utama merumuskan kajian tentang keamanan daerah yg ideal, sesuai SWOT yg ada di daerah masing2 dalam hal ini Rumah Kamnas harus punya LO di tingkat provinsi dg penugasan melaksanakan koordinasi dan kemitraan dg pemerintah daerah, kapolda dan isntansi terkait serta pihak swasta di daerah.

Ali Asghar yg hadir mewakili Kepala Puskamnas Prof (Ris) Hermawan Sulistyo Phd. bahwa Puskamnas akan terus memajukan UBJ untuk terus bersaing dengan kampus lain di bidang keilmuan dan semakin maju pesat.

“Khusus untuk angkatan kedua ini berbeda dengan angkatan pertama, dimana angkatan kedua ini nantinya akan mendapat dua ijazah, yakni ijazah wisudah sekolah seperti angkatan pertama. Ijazaha kedua adalah akan mendapat gelar Cum Laude bagi yang membuat tulisan ilmiah,” paparnya.

Ketidak hadiri Prof Kikie pada acara pembukan Sekolah Kamnas angkatan kedua ini dikarenakan masih berada di luar negeri untuk memberi orasi ilmiah.

Kepala Puskamnas UBJ, Prof (Ris) Hermawan Sulistyo Ph.D atau yang akrab di sapa Prof Kikie, diwakili Ali Asghar, MA,Pol, membuka tanda dimulainya kuliah perdana Sekolah Kamnas mengatakan, untuk angkatan kedua ini geloranya sangat tinggi.

“Antuasias untuk masuk Sekolah Kamnas sangat bergelora, melebih target bahkan kita terpaksa menolak dan menyarankan untuk masuk pada angkatan ketiga atau berikutnya. Sampai ancaman gelora itu saya hadapi,” jelasnya.

Ali menambahkan, antusiasnya masyarakat yang ingin masuk Sekolah Kamnas. “kapasitas untuk angkatan kedua ini melebih target yang seharusnya 21 siswa tapi terpaksa menampung 31 orang,”

Pada kuliah perdana yang diikuti siswa dari berbagai profesi seperti pengajar, praktisi hukum, wirausaha, anggota Polri dan wartawan itu disampaikan secara umum oleh Kusnanto Angoro,Ph.D, di Kampus UBJ, di Jalan Raya Perjuangan, Marga Mulya, Bekasi Utara, Jawa Barat, Kamis 1 Desember 2016.

Kusnanto mengatakan, bangsa Indoensia menghadapi paradigma people energi seperti cadangan minyak bila terjadi serangan mendadak, akan merepotkan menghadapinya.

“Bangsa kita tidak bisa mengirim pasukan bila terjadi serangan mendadak, karena Indonesia tidak punya cadangan yg cukup untuk Kamnas,” ungkap Kusnanto.

Dikatakannya, Indonesia hanya memiliki cadangan komersial 22 hari, “Cadangan ketahanan untuk TNI maupun Polri,” belum memadahi, terangnya.

Bila dibandingkan dengan Jepang yang memiliki 60 hari cadangan ketahanannya. “Strategi perang kita kalah degan negara lain yang memiliki cadangan sampai 60 hari. Jepang itu, energinya merupakan hidup matinya negara.

Ancaman energi kata Kuntoro, sangat strategis pada perang negara yang dapat tumbuhnya separatis.  “Gerakan yang semula mengganggu tataran wilayah, kemudian menjadi ganguan nasional, lalu pada negara. Oleh karenanya perlu pencegahan dini,” ucapnya.

Mabes Polri: 10 Orang yang Ditangkap Berstatus Tersangka



Cisanews - Markas Besar Polri mengonfirmasi bahwa 10 pegiat yang ditangkap karena diduga merencanakan aksi makar berstatus tersangka.

"Kalau sudah ditangkap ya sudah ditetapkan tersangka," kata Kepala Divisi Hubungan Masyarakat, Inspektur Jenderal Boy Rafli Amar di Monas, Jakarta, Jumat (2/12).

Walau demikian, tindakan penahanan masih belum dapat dipastikan. Penyidik punya waktu 1 x 24 jam untuk terlebih dulu memeriksa para tersangka. "Mengenai penahanan, tergantung hasil pemeriksaan," ujar Boy.

Para tersangka yang telah diamankan kepolisian itu di antaranya adalah Rachmawati Soekarnoputri, Ratna Sarumpaet, Kivlan Zein, Sri Bintang Pamungkas dan Ahmad Dhani.

Para pesohor itu kini sedang menjalani pemeriksaan di Markas Komando Korps Brigade Mobil di Depok.

Belum diketahui secara pasti apa yang mereka lakukan sehingga disangka hendak melakukan makar. Namun, polisi menyatakan delapan orang di antaranya dijerat Pasal 107 juncto Pasal 110 juncto Pasal 87 KUHP.

“Sedangkan untuk dua orang JA dan RK dikenakan Pasal 28 Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE), Mereka saat ini diamankan dan diperiksa di Mako Brimob Kepala Dua," ungkapnya.

Pasal 88 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana menjelaskan, "Dikatakan ada pemufakatan jahat, apabila dua orang atau lebih telah sepakat akan melakukan kejahatan."

Pasal 110 ayat 1 KUHP menjelaskan sanksi pemufakatan jahat, yaitu "Permufakatan jahat untuk melakukan kejahatan menurut pasal 104, 106, 107, dan 108 diancam berdasarkan ancaman pidana dalam pasal-pasal tersebut."

Pasal 107 ayat 1 berbunyi, "Makar dengan maksud untuk menggulingkan pemerintah, diancam dengan pidana penjara paling lama lima belas tahun".

Sementara ayat 2 berbunyi, "Para pemimpin dan pengatur makar tersebbut dalam ayat 1, diancam dengan pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara sementara paling lama dua puluh tahun. 

Sementara itu, Ernalia istri Sri Bintang Pamungkas menyampaikan suaminya ditangkap dengan pasal makar dan mau menguasai daerah Indonesia. Sri Bintang juga membawa surat yang meminta agar dilakuan sidang istimewa MPR.

Selain Bintang, Ernalia menyebutkan beberapa orang yang juga ditangkap. Dia mendapatkan informasi bahwa Rachmawati, Kivlan Zein, Ratna Sarumpaet, Rizal Kobar, juga diamankan polisi.
 
Support : Creating Website | Go Cybers | @Fanka_21
Copyright © 2015. (Cisanews) - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by GO Cybers Publishing
Proudly powered by Go Cybers