HEADLINE

Fanka. Diberdayakan oleh Blogger.
BERITA TERKINI

Polda Metro Jaya Lakukan Tes Urine Sopir AKAP

Written By Go Cyber on Kamis, 22 Juni 2017 | 17.40



Cisanews - Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) dan Direktorat Reserse Narkoba (Dit Resnarkoba) Polda Metro Jaya melakukan tes urine terhadap ratusan sopir bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) di Terminal Pulo Gebang, Jakarta Timur.

Hal itu dalam rangka mewujudkan mudik aman dan nyaman kepada warga Jakarta yang hendak pulang ke kampung halaman.


Direktur Lalu Lintas (Dir Lantas) Polda Metro Jaya, Kombes Pol Halim Panggara mengatakan ada sebanyak 200 sopir bus yang diperiksa kesehatannya, khususnya terkait penggunaan narkoba dan alkohol.


"Berbagai upaya pemerintah mengamankan pemudik ada dengan program mudik bareng. Tapi yang paling utama ya pengemudinya itu," ujar Halim Panggara di Terminal Pulo Gebang, Cakung, Jakarta Timur, Kamis (22/6).


Dir Lantas melanjutkan, kegiatan yang merupakan bagian dari Ops Ramadaniya Jaya 2017 itu telah dilakukan sejak 19 Juni 2017 dan akan terus digelar secara acak hingga 4 Juli 2017. "Ini kita kalau tiap hari akan ketahuan jadi dari Polda sendiri cari waktu. Kalau dari BNNP DKI cek setiap hari di terminal," jelasnya.


Senada dengan Dir Lantas, Dir Resnarkoba Polda Metro Jaya Kombes Pol Nico Afinta menuturkan, pengecekan urine tidak hanya dilakukan di Terminal Pulo Gebang. Yang paling diperhatikan adalah terminal besar yang menyediakan bus keluar kota seperti salah satunya Terminal Kampung Rambutan.

"Kita melakukan tes urine pada pegendara yang akan berangkat khususnya pengemudi AKAP. Kita pastikan setiap pengendara dalam kondis sehat. Pengemudi harus selalu meyakinkan dirinya bebas narkoba dan bertanggung jawab terhadap penumpang," papar Nico. 


"Awak bus yang terbukti positif menggunakan dan menyimpan narkoba usai tes urine, akan ditindak secara hukum," tegas Nico.

Tergantung dari barang buktinya, bila barang bukti ditemukan diatas satu gram untuk shabu kemudian ada ganja pasti kami proses, harus diproses sampai pidana. sedangkan nanti apabila ditemukan hanya sisa pakai atau barang bukti dibawah ketentuan maka maka yang bersangkutan harus dikirim ke rumah sakit rehabilitasi,” katanya.


Dir Resnarkoba menyebutkan, operasi serupa juga akan dilakukan di beberapa stasiun, pelabuhan dan bandara. “Jadi, tidak hanya pengemudi bus saja, mungkin nanti juga kepada pilot, masinis, dan nahkoda karena mereka bertanggungjawab kepada para penumpang,” pungkasnya. 

Kronologi KPK OTT Gubernur Bengkulu

Written By Go Cyber on Rabu, 21 Juni 2017 | 19.32



Cisanews - Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Saut Situmorang menjelaskan kronologis OTT Gubernur Bengkulu Ridwan Mukti dan Istri, Lily Martiani Maddari, di Bengkulu.

Menurut Saut tim penyidik KPK menemukan uang sebesar Rp 1 miliar di rumah Gubernur Bengkulu Ridwan Mukti dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) Selasa (20/6) . Uang yang disimpan dalam sebuah brankas itu kemudian diamankan tim KPK.

"Selain mengamankan keduanya, Satgas KPK juga menangkap tiga orang lainnya, yakni seorang pengusaha Rico Diansari (RDS), Direktur PT SMS, Jhoni Wijaya (JHW) dan seorang berinisial H, staf RDS," ujar Saut dalam jumpa pers di gedung KPK, Kuningan, Jakarta, Rabu (21/6).

Diungkapkan‎ Saut, operasi berlangsung di beberapa lokasi terpisah yakni di rumah gubernur Ridwan dan Kantor PT SMS atas adanya laporan dari masyarakat.

"Pada Selasa tanggal 20 Juni 2017 kami menduga ada pemberi uang kepada RDS di kantornya yang dikemas dalam kardus ukuran karton A4," kata Saut.

‎Setelah RDS menerima uang dari JHW, RDS lalu bergerak ke rumah Gubernur Bengkulu sekitar pukul 09.00 WIB. Selang 30 menit, RDS kemudian keluar dari rumah tersebut, disusul RM untuk berangkat ke kantornya.

Belum jauh meninggalkan rumah RM, RDS ditangkap Tim Satgas KPK pukul 10.00 WIB. Kemudian RDS dibawa kembali ke rumah RM. Setelah sampai di rumahnya, ada LMM dan ditemukan uang Rp1 miliar.

Di dalam rumah, lanjut Saut, tim bertemu dengan istri gubernur, Lily. KPK menduga Lily merupakan perantara suap pada kasus ini. Di rumah tersebut kemudian diamankan uang Rp 1 miliar dalam pecahan Rp 100.000 yang sempat disimpan dalam brankas.

Pada pukul 10.00, tim kemudian membawa Rico dan Lily ke Polda Bengkulu. Setengah jam kemudian, tim KPK mengamankan Jhoni di sebuah hotel di Bengkulu.

Akhirnya, LMM dan RDS beserta barang bukti langsung dibawa ke Polda Bengkulu, untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut oleh penyidik KPK. (B1)

Perampok di SPBU Cengkareng, Punya Peran Masing-masing



Cisanews - Polisi telah menangkap tujuh tersangka perampok yang menembak hingga tewas Davidson Tantono (31) di SPBU Daan Mogot, Cengkareng, Jakarta Barat, pada 9 Juni 2017. Ketujuh tersangkah yang ditangkap DTK, TP, M, NZR, IR, SF dan RCL. Dua pelaku perampokan IR dan SF tewas ditembak karena melawan petugas.

Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol M. Iriawan mengatakan perampok kelompok Lampung ini mempunyai peran masing-masing.  Kelompok ini tiap kali beraksi selalu mempunyai rencana yang matang.

"Mereka ada yang bertugas menggambar situasi atau keadaan, penggembos ban, membuntuti korbannya, penghalang kenderaan dan ada kapten sebagai eksekutor," ujar Iriawan didampingi Kabid Humas Kombes Argo dan Wadirkrimum AKBP Didik Sugiarto di Polda Metro Jaya, Rabu (21/6).

SF sebagai eksekutor tewas ditembak, ketika hendak menunjukan tempat membuang senjata yang digunakan saat menembak Davidson Tantano. “SF melakukan perlawanan, sehingga petugas mengambil tindakan tegas dan terukur,” ungkap Kapolda.

Komplotan perampok ini berjumlah 11 orang, 7 sudah tertangkap dan 4 daftar pencarian orang (DPO). Mereka sudah beraksi sebanyak 23 kali, kelompok ini selalu mempersenjatai diri dengan senjata api. 

“Uang hasil operasi dibagi rata, setelah dikurangi biaya operasional. Mereka masing-masing menerima uang sekitar Rp 14.200.000,” jelasnya.

RCL satu-satunya wanita yang ditangkap, mempunyai peran menyewa tempat persembunyian sang eksekutor. RCL mengenal SF di tempat hiburan.

Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya Luncurkan Aplikasi Cek Pajak Kenderaan



Cisanews - Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya membuat terobosan baru dengan meluncurkan aplikasi untuk mengecek pajak kendaraan bermotor. Aplikasi ini memudahkan masyarakat untuk mengetahui berapa nilai pajak kendaraan yang harus dibayarkan.

Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Halim Pagarra mengatakan sekarang kita memiliki aplikasi Cek Ranmor & Pajak DKI Jakarta yang baru, sebagai pengganti layanan SMS 1717 untuk mengecek jenis kenderaan.

"Kalau dulu kita punya layanan SMS 1717 untuk mengecek jenis kendaraan, tetapi sekarang sudah tidak bisa digunakan lagi. Sebagai penggantinya sekarang kita memiliki aplikasi Cek Ranmor & Pajak DKI Jakarta," jelas Halim Pagarra di Samsat Jakarta Selatan, Jl Jenderal Sudirman Kavling 55, Jakarta, Rabu (21/6).


Aplikasi tersebut, untuk sementara ini dapat diunduh oleh pengguna handphone berbasis android melalui playstore. Sementara untuk pengguna iPhone, bisa menelusurinya via website.


"Dengan adanya aplikasi dan website untuk mengecek kendaraan dan pajak DKI Jakarta ini, diharapkan dapat memberikan kemudahan kepada masyarakat yang ingin mengecek data-data kendaraan dan juga pajak yang harus dibayarkan," ungkapnya.


Direktur Lalu Lintas mengatakan, hanya pemilik kendaraan yang dapat mengecek data kendaraan dan pajak kendaraan melalui aplikasi tersebut. Sebab, pada aplikasi tersebut, masyarakat harus mencantumkan NIK kendaraan.


"Hanya pemilik yang sah yang dapat mengecek data-data dan pajak melalui aplikasi ini," ujarnya.


Halim berharap dengan adanya aplikasi ini, dapat mengurangi jumlah penunggak wajib pajak kendaraan. "Sehingga kita bisa membantu Pemda DKI Jakarta dalam meningkatkan pendapatan daerah dari pajak kendaraan," lanjutnya.


Sementara itu, Kasie STNK Subdit Regident Ditlantas Polda Metro Jaya Kompol Bayu Pratama yang mendampingi Kasubdit Regident Ditlantas Polda Metro Jaya mengatakan, cara penggunakan aplikasi tersebut sangat mudah.


"Untuk pengguna handphone berbasis android bisa mendowload di playstore, sementara pengguna iPhone bisa mencari di mesin pencarian google dengan mengetik 'Cek Ranmor DKI' pada mesin pencarian, nanti muncul link-nya samsat-pkb.jakarta.go.id," terangnya.


Hanya dengan membubuhkan 4 digit pelat nomor kendaraan dan huruf di belakang dan NIK, lalu klik tombol 'proses', maka data-data kendaraan dan info nilai jual serta pajak kendaraan langsung keluar.

"Termasuk data berapa denda atas keterlambatan yang harus dibayarkan dan juga bisa diketahui apakah kendaraan tersebut terkena pajak progresif atau tidak," ujar Bayu.


Aplikasi ini sejalan dengan program e-Samsat. Masyarakat yang sudah mengetahui berapa pajak yang harus dibayarkan tinggal membayar ke gerai ATM Bank DKI. "Sehingga masyarakat tidak perlu lagi mengantre di kantor Samsat untuk membayar pajak tahunan," paparnya. 

Polres Jakarta Pusat Saat Cipkon SORT, Tangkap Dua Pemilik Air Softgun



Cisanews - Polres Jakarta Pusat menangkap dua pria yang kedapatan membawa senjata air softgun di depan Thamrin City, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Rabu (21/6) dini hari. Pria yang bekerja sebagai kuli bangunan itu  ditangkap saat polisi menggelar patroli gabungan skala besar, dalam rangka antisipasi gangguan kamtibmas (keamanan dan ketertiban masyarakat), terutama terkait Sahur On The Road (SOTR).

Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Suyudi Ario Seto mengatakan ada dua orang yang kami tangkap karena membawa air softgun dan keduanya langsung diamankan untuk dimintai keterangan.

“Pertama Fatur Rohman (27) tukang bangunan di proyek City Work, Karet Tengsin. Kedua Musliadi (29) warga Jalan Kesederhanaan, Taman Sari, Jakarta Barat," ujar Suyudi Ario Seto, Rabu (21/6).

Selain air softgun, ada beberapa orang yang terjaring membawa senjata tajam dan narkoba, yaitu Gunawan Madamar (21) tukang parkir yang membawa sebilah pisau, warga Rusun Petamburan, Jakarta Pusat, langsung diamankan.

Selanjutnya, Sofyan (26) warga Petamburan, membawa satu paket sabu. Sedangkan, Dio Fernandes (24) warga Pondok Cabe, membawa satu paket sabu.

"Patroli gabungan ini kami lakukan di seluruh titik rawan Jakarta Pusat. Hasilnya, kami amankan delapan kendaraan roda dua dan satu roda empat, karena tidak dilengkapi surat-surat," papar Kapolres.

Patroli gabungan yang dipimpin Kapolres itu juga mengamankan 22 orang, karena membawa narkoba, senjata tajam, dan air softgun.

Dalam razia itu, petugas melibatkan 306 personie terdiri TNI 105 personel, dan Polri 201 personel. Razia berskala besar itu langsung dipimpin Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Suyudi Ario Seto. Sebelum menuju sasaran, terlebih melakukan apel di Taman Monas, sekitar pukul 00:00 WIB, hingga 03:00 WIB.


Unit Polri dengan mengandalkan Tim Alpha Pus (TAP), sedang TNI hanya memantau jika ada anggotanya yang terlibat akan diselesaikan oleh kesatuannya. Dalam arahan itu, Kapolres membeberkan ada delapan wilayah yang perlu diantisipasi dan dilakukan penindak lanjutan.


Dalam operasi berskala besar itu Kapolres membagi dua tim yaitu Tanah Abang, Menteng, Gambir, langsung dipimpin Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Suyudi Ario Seto. Sedangkan, wilayah Kemayoran, Senen, Johar Baru, Cempaka Puti dan Gambir, dikendalikan Kapolsek Metro Gambir AKBP Ida Ketut.


 
Support : Creating Website | Go Cybers | @Fanka_21
Copyright © 2015. (Cisanews) - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by GO Cybers Publishing
Proudly powered by Go Cybers