HEADLINE

Fanka. Diberdayakan oleh Blogger.
BERITA TERKINI

Sopir dan Penadah Minyak Goreng Curah Ditangkap

Written By Go Cyber on Jumat, 21 April 2017 | 17.02



Cisanews - Sumdaling Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Metro Jaya, menangkap dua tersangka praktik penyelewengan minyak goreng curah di kawasan Cakung-Cilincing, Jakarta Timur.

"Subdit Sumdaling berhasil mengungkap kasus terkait pengawasan distribusi sembako. Kami telah melakukan tangkap tangan pendistribusian minyak goreng yang diselewengkan," ujar Direskrimsus Polda Metro Jaya, Kombes Pol Wahyu Hadingrat di Polda Metro Jaya, Jumat (21/4).

Unit 3 Subdit 3 Sumdaling melakukan penangkapan terhadap dua orang berinisial KS selaku sopir truk (tersangka penggelapan) dan TA sebagai penampung (tersangka penadah).

"Dua orang kami tetapkan sebagai tersangka. Satu sopir dan satu penadahnya," ungkapnya.

Wahyu menjelaskan modusnya sopir berinisial KS awalnya membawa truk tangki berisi sekitar 16 ton minyak goreng curah dari PT AA di daerah Margonda untuk dikirim menuju Bandung. Namun, di tengah jalan tersangka KS membelokan truk ke penadah TA, di kawasan Cakung-Cilincing, Jakarta Timur.

"Mereka merusak segel dan menggunakan pompa untuk mengeluarkan minyak goreng sekitar 90 sampai 100 kilo. Istilah mereka 'kencing'," katanya.

Menurutnya, pelaku sudah menjalankan aksi menyelewengkan minyak goreng itu selama 2 tahun. Setiap bulan, pelaku bisa mengumpulkan minyak hingga 10 ton.

"Pelaku menjual ke penadah Rp 6.500 perkilo. Sementara, penadah jual keluar Rp 9.000. Padahal harga dipasaran sekitar Rp 11.000," jelasnya.

Wahyu memaparkan minyak goreng curah ini seharusnya didistribusikan langsung ke masyarakat. Akibat ulah para tersangka tentunya distribusi minyak ke masyarakat bisa berkurang.

"Kemudian harga pasar juga sangat terpengaruh karena nilai jual oleh pelaku. Si penadah beli Rp 6.500 per liter. Kemudian dari Rp 6.500, dijual ke masyarakat atau ke pengepul lain, sebesar Rp 9.000. Sedangkan, harga di luar kan di atas itu. Sehingga di sini ada selisih harga sekitar Rp 2.500 per liter, itu yang menjadi keuntungan buat pelaku," terangnya.

Wahyu menuturkan, Ditreskrimsus Polda Metro Jaya memang sedang menggelar operasi terkait distribusi sembako menjelang bulan Ramadhan.

Pelaku dijerat Pasal 374 KUHP Juncto Pasal 372 KUHP dan atau Pasal 32 ayat 2 Juncto Pasal 30, Pasal 31 UU RI No.2 tahun 1981 tentang Metrologi Legal dan Pasal 62 ayat 1 Juncto Pasal 8 ayat UU RI No.8 tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen.

Polda Metro Jaya Kembali Berlakukan Sistem Ganjil-Genap Semanggi Kuningan



Cisanews - Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya kembali memberlakukan aturan kendaraan nomor ganjil-genap di Jalan Gatot Subroto dari Semanggi arah Kuningan, hari ini, Jumat (21/4).

"Ganjil genap dari Semanggi-Kuningan akan dinormalkan (diberlakukan) lagi mulai hari ini," ujar Kasubdit Bin Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya, AKBP Budiyanto.

Dikatakannya, Ditlantas memberlakukan kembali sistem ganjil-genap karena lalu lintas di Simpang Pancoran sudah cukup baik, pasca-pembangunan detour atau pelebaran jalan. "Karena pembangunan detour sudah selesai, kinerja lalu lintas di Simpang Pancoran relatif sudah cukup baik," ungkapnya.

Budiyanto menyampaikan, Ditlantas Polda Metro Jaya telah berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan DKI Jakarta terkait pemberlakuan kembali sistem ganjil-genap. "Sudah kami koordinasikan dengan Dinas Perhubungan," katanya.

Hari ini, harusnya kendaraan berpelat nomor ganjil yang diperbolehkan lewat di Jalan Gatot Subroto. Namun, masih terlihat beberapa mobil pribadi berpelat nomor genap yang melintas. Diduga, pengendara belum mengetahui sistem ganjil-genap sudah diberlakukan kembali.

Diketahui, Ditlantas Polda Metro Jaya dan Dishub DKI Jakarta sempat tidak memberlakukan sistem pembatasan kendaraan ganji-genap di Jalan Gatot Subroto, dari Semanggi arah ke Kuningan, Senin (10/5) lalu.

Sistem ganjil-genap tidak berlaku hanya pada pagi hari pukul 07.00 WIB sampai dengan 10.00 WIB. Tujuannya untuk mengurangi kepadatan kendaraan atau kemacetan imbas pembangunan infrastruktur Fly Over Pancoran.

Akibat kemacetan parah di Simpang Pancoran, petugas memberlakukan buka-tutup pintu keluar di Tol Tegal Parang. Sehingga kendaraan yang akan menuju Kuningan harus keluar di Pintu Semanggi dan berputar arah. Karena itu, polisi sempat tidak memberlakukan ganjil-genap di Jalan Gatot Subroto dari Semanggi ke arah Kuningan.

Kapolda Metro Jaya Apresiasi Keamanan Pilkada DKI Jakarta

Written By Go Cyber on Kamis, 20 April 2017 | 15.37


Cisanews - Kepala Polda Metro Jaya, Inspektur Jenderal Polisi M Iriawan mengapresiasi warga DKI Jakarta yang turut mendukung menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat saat putaran kedua Pilkada DKI Jakarta 2017.

"Kapolda Metro Jaya dan Pangdam Jaya menyampaikan terima kasih kepada masyarakat Jakarta karena Pilkada DKI putaran kedua berjalan kondusif," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Raden Prabowo Argo Yuwono di Jakarta, Kamis (20/4).

Argo mengatakan tahapan pemungutan hingga penghitungan suara berjalan tanpa gangguan berarti karena dukungan dari seluruh elemen masyarakat.

Argo menyebutkan terjadi beberapa insiden karena faktor kesalahpahaman namun petugas penyelenggara pemilu dan aparat keamanan dapat meredamnya.

Beberapa peristiwa seperti pembubaran massa di sekitar TPS 17 Setiabudi Jakarta Selatan yang menjadi lokasi pencoblosan Presiden ketiga, BJ Habibie.

Petugas mengamankan 15 orang yang diduga memiliki KTP asal Madura Jawa Timur di kawasan Klender Jakarta Timur.


Berdasarkan penghitungan cepat sejumlah lembaga survei pasangan Anies-Sandiaga unggul sementara sekitar 57-58 persen dibandingkan Basuki-Djarot meraih sekitar 42-43 persen. (Ant)

Gatot Brajamusti Divonis 8 Tahun Penjara Denda 1 Miliar



Cisanews - Mantan Ketua Persatuan Artis Film Indonesia (PARFI), Gatot Brajamusti, dijatuhkan pidana hukuman selama delapan tahun penjara dan denda Rp1 miliar subsidair tiga bulan kurungan.

Brajamusti yang terjerat kasus penyalahgunaan narkotika golongan I jenis sabu-sabu tersebut dinyatakan terbukti bersalah dalam dakwaan subsidairnya dengan melanggar Pasal 112 Ayat 2 UU Nomor 35/2009 tentang Narkotika.

"Berdasarkan fakta-fakta dalam persidangannya, membebaskan terdakwa dari dakwaan primair, dan menyatakan terbukti bersalah dalam dakwaan subsidair," kata Ketua Majelis Hakim Dr Yapi dalam putusan sidangnya di Pengadilan Negeri Kelas IA Mataram, Kamis (20/4).

Putusan majelis hakim ini lebih rendah dibandingkan tuntutan jaksa sebelumnya, yakni selama 13 tahun penjara dan denda Rp1 miliar subsidair enam bulan kurungan.

Terkait dengan putusan tersebut, Gatot Brajamusti usai menjalani sidang putusannya, mengaku, pribadinya tidak puasa dengan pidana yang diberikan Majelis Hakim Pengadilan Negeri Kelas IA Mataram.

"Terlalu berat, karena saya bukan kategori pengedar. Padahal teman-teman saya yang pengedar, banyak yang hukumannya jauh lebih rendah dari pada saya," ujar Gatot.

Terkait dengan kesempatan yang diberikan majelis hakim untuk mengajukan upaya hukum lanjutannya, Gatot akan mempertimbangkannya kembali.

"Nanti akan kita bicarakan dulu dengan pengacara saya, kan masih ada waktu," ucapnya.

Brajamusti ditangkap pada 28 Agustus 2016, usai menerima pengangkatannya sebagai Ketua PARFI di Hotel Golden Tulips, Kota Mataram

Brajamusti diamankan oleh petugas gabungan dari Mabes Polri dengan didampingi anggota Polres Mataram dan Polres Lombok Barat, bersama istrinya Dewi Aminah. (Ant)

Jaksa Penuntut Umum Tuntut Ahok 1 Tahun Penjara



Cisanews - Pengadilan Negeri Jakarta Utara membacaan tuntutan hukuman oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) terhadap terdakwa kasus penodaan agama Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dalam lanjutan sidang di Auditorium Kementerian Pertanian, Jakarta, Kamis (20/4).

"Jaksa sudah siap, tuntutan (hukuman, red) sudah selesai seluruhnya," kata Humas Pengadilan Negeri Jakarta Utara, Hasoloan Sianturi di Jakarta.

Ali Mukartono mewakili tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) meminta maaf soal permintaan ditundanya sidang ke-18 bagi terdakwa Ahok tersebut.

Jaksa menganggap sebagai terdakwa, Ahok tidak terbukti melakukan tindakan yang melanggar Pasal 156a KUHP dalam dakwaan primer. Namun, Ahok dinyatakan secara sah dan terbukti melanggar Pasal 156 KUHP dalam dakwaan alternatif. Hal itu terkait dengan pernyataannya di Kepulauan Seribu pada 27 September 2016, yang mengutip Surat Al Maidah Ayat 51.

Menurut JPU, Ahok telah membuat pernyataan permusuhan kebencian atau penghinaan terhadap suatu golongan rakyat Indonesia sebagaimana diatur Pasal 156 KUHP.

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dituntut 1 tahun penjara dengan masa percobaan 2 tahun dalam kasus dugaan penodaan agama. Tuntutan tersebut dibacakan tim jaksa penuntut umum (JPU) yang dipimpin Ali Mukartono dalam lanjutan sidang yang berlangsung di Auditorium Kementerian Pertanian.

"Menjatuhkan pidana kepada terdakwa Ir Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dengan pidana penjara selama 1 tahun dengan masa percobaan 2 tahun. Menetapkan saudara Basuki Tjahaja Purnama dibebani biaya perkara Rp 10.000," ujar Ali Mukartono.

Dikatakan, hal-hal yang menjadi pertimbangan JPU dalam mengajukan pidana, pertama hal yang memberatkan, karena perbuatan terdakwa menimbulkan keresahan masyarakat.

"Perbuatan terdakwa dapat membuat kesalahpahaman antargolongan rakyat Indonesia," katanya.

Sementara yang meringankan, lanjutnya, terdakwa telah mengikuti proses hukum perkara ini dengan baik. Terdakwa juga bersikap sopan di persidangan.

"Terdakwa telah turut andil dalam bagian proses pembangunan khususnya memajukan kota Jakarta. Terdakwa mengaku telah mengubah sikapnya menjadi lebih humanis. Timbulnya, keresahan di masyarakat juga tidak dapat dilepaskan dari adanya unggahan oleh orang yang bernama Buni Yani," ungkapnya.

Sidang pembacaan tuntutan berlangsung singkat sekitar 2 jam. Sebelumnya, ketua majelis hakim Dwiarso Budi Santiarto meminta JPU hanya membacakan tuntutan. Adapun berkas dakwaan dan keterangan saksi-saksi tidak dibacakan.
 
Support : Creating Website | Go Cybers | @Fanka_21
Copyright © 2015. (Cisanews) - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by GO Cybers Publishing
Proudly powered by Go Cybers